Perjalanan Waktu Billy

“Dan istri Lot, tentu, diperintahkan untuk tidak menengok ke belakang, di mana semua orang beserta rumahnya berada. Namun, dia menengok ke belakang, dan aku suka itu, karena begitu manusiawi. Lalu, dia berubah menjadi tiang garam. Begitu seterusnya.”- Kurt Vonnegut, Slaughterhouse-Five

Billy Pligrim selalu suka “melompat-lompat”. Ia “melompat” dari kenangan satu ke kenangan yang lain, dari masa yang satu ke masa yang lain.

Di masa sekarangnya, Billy Pilgrim seorang yang cukup sukses dengan mendapatkan jabatan di perusahaan mertuanya. Billy menikahi perempuan gemuk yang tidak begitu dicintainya

Namun, saat Billy melompat ke masa perang dunia kedua, ia bukan siapa-siapa. Ia hanya pelajar yang menekuni optometri yang terpaksa ikut wajib militer, dan “dilempar” ke daratan Eropa. Ia ingat, saat “bertamasya” ke kenangannya saat mengikuti perang, ia diejek karena gaya penampilannya yang konyol.

take on cheaply drugs online

Selain itu, Billy juga punya “kenangan” lain. Ia pernah diculik oleh mahkluk asing bernama “Tralfamadore”. Ia dijadikan pajangan pada sebuah pusat perbelanjaan di planet asing tersebut. Di planet tersebut , Billy pun sempat memiliki anak dari seorang bintang porno yang juga diculik dari bumi.

Di atas semua itu, bagi penduduk Tralfamadore, waktu, baik masa lalu, masa sekarang, atau masa depan, akan selalu ada.

Sang penulis, Kurt Vonnegut  menggambarkan kecenderungan manusia. Kecenderungan yang mana? Kecenderungan untuk kembali ke kenangan masa lalu. Entah itu kenangan manis atau pahit.

Vonnegut justru menyukai sifat istri Lot di Alkitab yang justru mengabaikan perintah untuk tidak menoleh ke belakang.

Billy belajar banyak dari para penduduk Tralfamadore. Masa lalu, sekarang, dan masa depan , terlihat nyata di depan mereka. “Penduduk Tralfamadore dapat melihat semua perbedaan antara momen-momen, layaknya kita melihat pegunungan Rocky,” kata Billy.

Mengenai https://www.viagrasansordonnancefr.com/viagra-naturel/ “perjalanan waktu” ini, Billy juga dihadapi dengan kenyataan lain. Billy dan beberapa tentara Amerika lainnya menjadi tawanan tentara Jerman. Ia pun harus berpindah-pindah tempat. Ia lantas di bawa ke sebuah kota di Dresden, di wilayah Timur Jerman.

Billy pun menyaksikan sebuah peristiwa besar yang luput dari perhatian dunia. Sebuah narasi tak terkenal, kalah pamor dengan kisah pengeboman kota-kota di Jepang oleh tentara Amerika.  Di Dresden, ia menjadi saksi dari penghancuran kota Dresden dan juga pelenyapan warga kota itu akibat bom.

Sebagai penulis, dengan segala pengalaman nyata di medan perang, melalui  kisah Billy Pilgrim, Vonnegut memosisikan diri sebagai seorang anti perang. Tokoh Billy Pilgrim pun, walaupun terpaksa ikut  militer, namun sebenarnya bukanlah seorang kombatan. Ia tidak berpengalaman untuk ikut membunuh. Billy adalah seseorang yang ditugaskan untuk menjadi asisten pendeta. Namun, sampai perang berakhir dunia, Billy sendiri tidak pernah bertemu dengan pendeta tersebut.

Tidak hanya itu, dalam “Slaugtherhouse-Five”, Vonnegut senang dengan “canda-canda” hitam. Seperti menghadirkan sebuah kisah seekor anjing yang harus menderita karena memakan daging dengan pecahan kaca di dalamnya. Atau sebuah lampu yang bentuknya seperti Iron Maiden atau alat penyiksa yang dijadikan sebuah hadiah oleh seorang suami kepada istrinya. Juga canda segar lainnya yang menyatakan bahwa ada kecenderungan bagi seseorang untuk membangun suatu hal yang bermakna bagi hidupnya berdasarkan vente de viagra sans ordonnance en france benda-benda yang dibeli di toko cenderamata.

Namun,Billy tidak pernah menyesali segala kenangan yang dimiliki. Vonnegut berupaya untuk tidak mengutuk masa lalu, dengan segala pahit dan manisnya. Bahkan, digambarkan Billy sadar, peristiwa perang yang memang harus terjadi.

to order cheap pills no prescription

Namun, siapa sangka, ia mendapat pencerahan  justru dari sebuah tulisan pada liontin yang tergantung di belahan dada seorang bintang porno.

“Tuhan memberikanku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, kekuatan untuk mengubah suatu hal yang memang bisa diubah, dan kebijaksanaan untuk mengatakan perbedaannya,”

“Begitu, seterusnya”

Judul      : Slaughterhouse-Five, or The Children’s Crusade: A Duty-Dance with Death

Tahun     : 1969

Penerbit : Bantam Dell

One thought on “Perjalanan Waktu Billy

  • January 17, 2017 at 6:25 am
    Permalink

    Good write-up, I¦m regular visitor of one¦s web site, maintain up the nice operate, and It’s going to be a regular visitor for a lengthy time.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *