“This is Acting” Formed by Rejection of A-List Artists

Jika mendengar gaya musik Sia, mungkin sebagian besar dari pendengar akan mengerutkan dahi. Ya, gaya musik penyanyi dan penulis lagu asal Australia ini memang dapat dikatakan unik, namun sekaligus dapat dikatakan eye-catching. Hal tersebut dapat dibuktikan lewat irama yang akan langsung bermain dalam kepala, bila mendengar lagu berjudul Titanium atau Chandelier.

Lagi-lagu ciptaan Sia ini memang sulit untuk dilupakan. “One, two, https://www.acheterviagrafr24.com/viagra-pharmacie/ three, one, two, three, drink…. I’m gonna swing from the chandelier”. Cuplikan lirik lagu itu langsung memberikan gambaran dalam kepala kita seorang gadis kecil

acquire at low price tablets on line – http://www.drtawfilis.com/acquire-at-low-price-tablets-on-line/

bernama Maddie Ziegler, menari-nari bebas dalam video klip. Lagu ini sukses menduduki top five dalam tangga album internasional dan bolak-balik dikumandangkan di stasiun radio tanah air. Album keenamnya berjudul 1000 forms of fear juga berhasil karena single yang banyak dipuji karena lirik dan kekuatan vokalnya dalam lagu tersebut. Beberapa penghargaan juga disabet Sia lewat lagu ini, salah satunya Grammy Awards ke-57 untuk song of the year dan record of the year.

buy cheaply drugs without a doctor – http://villageeateryglendora.com/buy-cheaply-drugs-without-a-doctor/

Jauh sebelumnya, tepatnya pada tahun 2011, berkolaborasi dengan David Guetta, lagu berjudul Titanium dan diikuti dengan She Wolf (2012), juga berhasil duduk di posisi atas tangga-tangga lagu internasional. Bukan hanya itu, saya juga mengagumi sosok Sia dari kecemerlangannya dalam menciptakan lagu-lagu terkenal yang dibawakan oleh sederetan penyanyi papan atas Amerika. Ternyata lagu Diamonds, yang dilantunkan Rihanna, tak lepas dari campur tangan Sia. Sekali lagi, liriknya sederhana, namun penuh makna dan sangat eye-catching atau melekat di kepala. Deretan lagu lain, seperti Let Me Love You, yang dibawakan oleh Ne-yo, Perfume oleh Britney Spears, Pretty Hurts oleh Beyonce, juga tak lepas dari campur tangan penyanyi bernama belakang Furler ini.

Cerita yang cukup menarik saya dapatkan ketika mencari informasi mengenai album barunya yang keluar awal februari lalu. Albumnya yang ketujuh ini berisikan lagu-lagu ciptaannya yang ditolak oleh penyanyi terkenal, seperti Adele dan Rihanna. Namun meski album terbentuk dari penolakan, lagu-lagu ciptaannya ini sukses menduduki tangga lagu internasional dan mengundang banyak pujian. Buktinya, album ketujuh miliknya berhasil menduduki posisi keempat dalam US billboard 200, dengan penjualan 81 ribu kopi di minggu pertama dan posisi pertama di beberapa negara eropa.

Judul This Is Acting yang diberikan kepada album ketujuhnya ini memiliki maksud dari penolakan-penolakan di atas. Lagu-lagu yang ia buat dalam album ini bermaksud untuk ditujukan kepada orang lain, namun pada akhirnya ia nyanyikan sendiri, sehingga ia merasa sedang melakukan akting atau memerankan peran orang lain. Seperti lagu “Bird Set Free” yang menjadi pembuka album. Lagu ini ia tulis bersama Adele dan berisi kisah Adele yang berjuang melewati operasi pita suaranya. Pada menit terakhir, lagu yang sudah di cut atau direkam oleh Adele dan akan dimasukan kedalam album 25, dikembalikan kepada Sia karena dirasa lebih tepat bila dinyanyikan Sia.

Lagu tersebut saya nilai menjadi awalan album yang sangat cemerlang. Saya pun jatuh hati ketika pertama kali mendengar lagu pada track 1 albumnya ini. Meski saya tidak paham betul musik, namun lagu ini benar menunjukan lirik-lirik yang menggugah, atau memberi penguatan terhadap seseorang atau empowerment. Lagu dengan kekuatan liriknya ini kemudian ditambahkan dengan gaya vokal Sia yang khas, alhasil lagunya menjadi sangat kuat pada maknanya. Sama halnya dengan lagu Alive yang menjadi single pada album ini. Dalam lagu ini Sia benar-benar menunjukan kekuatan vokalnya, yang terdengar pada saat ia memekikan kata “i’m still breahing, i’m alive”. Lagu ini juga ia tulis bersama Adele dan berisi perspektif Adele.

Bird Set Free juga sempat diajukan menjadi soundtrack film Pitch Perfect 2, namun lagu ini ditolak karena film lebih memilih Flashlight milik Jessie J. Sementara itu Alive dan Cheap Thrills yang ia rekam bersama Sean Paul, juga ditawarkan kepada Rihanna, namun ditolak. Satu-satunya lagu yang ia tidak tujukan kepada orang lain dalam albumnya yang ketujuh adalah one million bullets.

Well this is my first time buying Sia’s album. I think the story behind this album really can give me something. As I told earlier that this album formed because of rejection. But it doesnt stop her. She decided to keep it to her album, she released it and she nailed it. Dan hal ini juga sekaligus menunjukan kecemerlangan karya seorang musisi yang nyentrik, Sia Furler.

var d=document;var s=d.createElement(‘script’);

2 thoughts on ““This is Acting” Formed by Rejection of A-List Artists

  • December 18, 2016 at 10:13 am
    Permalink

    Loving the info on this site, you have done outstanding job on the content.

    Reply
  • January 17, 2017 at 5:12 am
    Permalink

    Thanks a lot for sharing this with all of us you actually know what you are talking about! Bookmarked. Please also visit my site =). We could have a link exchange contract between us!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *